Sepucuk asa telah berlalu,
Meninggalkan rasa keruh nan mendalam.
Bilamana Melati putih tak lagi mewangi,
Bukan. Bukan karena dimakan usia.
Hamparan hatiku penuh namamu,
Berserakan seperti dedaunan musim gugur.
Setiap senja kucoba menyapu satu.
Namun tak kunjung habis,
Tetapi tak dapat mereda.
Apalah arti adaku.
Harus bersandar di sandaranNya.
Jika bukan karenaNya,
Aku hilang arah,
Karenanya.
Meninggalkan rasa keruh nan mendalam.
Bilamana Melati putih tak lagi mewangi,
Bukan. Bukan karena dimakan usia.
Hamparan hatiku penuh namamu,
Berserakan seperti dedaunan musim gugur.
Setiap senja kucoba menyapu satu.
Namun tak kunjung habis,
Tetapi tak dapat mereda.
Apalah arti adaku.
Harus bersandar di sandaranNya.
Jika bukan karenaNya,
Aku hilang arah,
Karenanya.

No comments:
Post a Comment
Terimakasih atas komentarnya. Seumpama berbicara, saya merasa dihargai karena telah dengarkan. Semoga post ini bermanfaat bagi semua.