Ketika angin malam yang dingin
Berhembus menepis kulit
Kembali teringat kisah-kisah
Kebersamaan panorama berdua
Apa gerangan kurasa
Gelap malam di luar selimut
Bercerita tentang 1001 malam
Bertabur indah sinar rembulan
Romantis !
Pertanda satu senyuman karenanya
Berbekal canggih lepi and modem
Kusampaikan surat-surat maya
Kepadamu, duhai Sang Puteri
Salam rindu tak bersekat
Untukmu pujaanku, Untukmu Penyebab sakitku
Bayanganmu bak candu
Kuhisap kontinyu setiap saat
Hati bergemuruh ada kamu
Aku butuh wajahmu
Sekarang dan masa lalu
Berhembus menepis kulit
Kembali teringat kisah-kisah
Kebersamaan panorama berdua
Apa gerangan kurasa
Gelap malam di luar selimut
Bercerita tentang 1001 malam
Bertabur indah sinar rembulan
Romantis !
Pertanda satu senyuman karenanya
Berbekal canggih lepi and modem
Kusampaikan surat-surat maya
Kepadamu, duhai Sang Puteri
Salam rindu tak bersekat
Untukmu pujaanku, Untukmu Penyebab sakitku
Bayanganmu bak candu
Kuhisap kontinyu setiap saat
Hati bergemuruh ada kamu
Aku butuh wajahmu
Sekarang dan masa lalu

No comments:
Post a Comment
Terimakasih atas komentarnya. Seumpama berbicara, saya merasa dihargai karena telah dengarkan. Semoga post ini bermanfaat bagi semua.